Hampir setiap orang doyan menyantap daging. Jangan cemas, tujuan artikel ini adalah melindungi anda, bukan para hewan empat kaki tersebut, mengenai mengapa perlu mengurangi porsi daging merah dalam menu sehari-hari.

Alasannya sangat jelas, mereka meningkatkan risiko penyakit jantung, sindrom metabolisme, berbagai tipe kanker dan lebih dari yang orang lain tahu, stroke.

Cuma butuh sedikit untuk menghasilkan banyak kerusakan. Salah satu studi besar di AS seperti yang dilansir Real Age, menunjukkan bahwa wanita yang menyantap 3,6 ons (360 gram) daging merah setiap hari--kurang dari satu burger kecil, mengalami peningkatan risiko terserang stroke hingga 42 persen dibanding mereka yang hanya menyantap 100 gram daging per hari.

Efek daging olahan lebih buruk lagi, hanya 150 gram tiap hari bisa menggenjot risiko stroke hingga 15 persen.

Bagaimana mungkin daging bisa mengakibatkan 'kekacauan' dalam tubuh? Penyebabnya adalah lemak yang bisa menyumbat pembuluh darah dan kandungan garam yang tinggi saat daging diproses. Duo ini bisa mempercepat produksi radikal bebas yang merusak sel dan meningkatkan tekanan darah, para biang kerok dari stroke.

Jadi mengapa anda harus mengambil risiko sering menyantap daging merah ketika banyak sumber protein lain tersedia sebagai tambang gizi?

Berikut ini santapan dari protein hewani yang tak kalah sedap dari daging

Ikan: Salmon, tuna dan makarel sangat kaya omega-3 yang sehat bagi jantung dan jelas baik untuk tubuh anda.

Daging ayam atau kalkun tanpa kulit, tofu hingga susu tanpa lemak
: Semua ini masuk kategori protein rendah kalori yang cocok untuk membentuk otot serta menjaga anda awet muda.

Kacang: Kacang-kacangan juga sumber protein yang bagus dan banyak dari mereka--terutama walnut dan almond--memiliki kadar kolesterol LDL yang menyebalkan. Walnut mengandung kadar omega 3 enam kali lebih banyak dari kacang lain.

Biji-bijian: Beberapa anggotanya, seperti kacang hijau, buncis, kedelai selain tinggi protein juga kaya serat plus mengandung si antioksidan, flavonoids.